Minggu, 17 November 2013

“Merokok = Menghisap Narkoba”


Meski membahayakan diri sendiri dan orang yang ada di sekitarnya, nyatanya perokok masih diterima di masyarakat. Beda halnya dengan pecandu narkoba, ada hukum yang jelas untuk mempidanakannya. Padahal merokok sama saja dengan menghisap narkoba.
Merokok adalah menghisap narkoba , narkoba merupakan nama kelompok besar atau familia, yang genusnya adalah narkotika, psikotropika dan bahan adiktif. Rokok  adalah zat yang sangat adiktif, bahkan tingkat kecanduannya mengalahkan morfin, heroin dan marijuana alias ganja.
Dengan demikian, rokok adalah bagian dari narkoba. Tidak boleh kita ragu menyebutkan bahwa rokok adalah narkoba. Bila Anda merokok berarti Anda pecandu.
ada 6 tingkatan zat adiksi (kecanduan) berdasarkan ilmu kedokteran, yaitu adiksi kopi yang merupakan adiksi paling ringan, adiksi marijuana atau ganja, adiksi alkohol, adiksi heroin, adiksi morfin dan adiksi nikotin.
Hal ini sering tidak disadari masyarakat karena banyak yang menyangka adiksi rokok adalah adiksi yang paling ringan, padahal justru nikotin adalah raja dari raja zat yang bikin candu. Maka tak heran bila banyak perokok yang sangat berat untuk dapat berhenti merokok.

Bila dibandingkan dengan narkotika dan psikotropika yang juga membuat candu, nikotin adalah satu-satunya zat adiktif yang tetap berbahaya walaupun digunakan dengan cara pemakaian yang benar.
Kalau narkotik digunakan dengan cara yang benar, maka bisa dipakai untuk menghilangkan rasa sakit misal saat orang akan operasi. Psikotropik juga demikian, bisa meredakan orang gangguan  jiwa yang ngamuk-ngamuk. Tapi kalau nikotin, walaupun digunakan dengan cara yang benar, dibakar ujungnya yang diluar mulut bukan di dalam, lalu dihisap, itu kan sudah cara pemakaian yang benar, tapi tetap berbahaya

 Pengertian Rokok dan Narkoba
Kata “rokok” memang sudah tidak asing lagi didengar. Kita mengenal rokok bisa dengan sangat cepat. Hal ini disebabkan adanya berbagai media mulai dari surat kabar, televisi, radio, baliho - baliho yang terpampang megah di jalan besar sampai pada internet pun yang secara besar - besaran telah mempromosikan barang yang sesungguhnya memberikan dampak buruk bagi tubuh dan kesehatan. Menurut Wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Rokok ( 15 Desember 2009 )), “rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm ( bervariasi tergantung negara ) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah dan dibakar pada salah satu ujungnya, kemudian dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain”. Pandangan ini tentunya sudah menjelaskan secara keseluruhan karakteristik dari sebuah rokok pada umumnya.

Hubungan Antara Rokok dengan Narkoba
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika,Psikotropika dan Zat Adiktif Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.
Akibat kronik yang paling gawat dari penggunaan nikotin adalah ketergantungan. Sekali seseorang menjadi perokok, akan sulit mengakhiri kebiasaan itu baik secara fisik maupun psikologis, Karena sifat adiktifnya (membuat seseorang menjadi ketagihan) rokok dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM IV) dikelompokkan menjadi Nicotine Related Disorders. Proses farmakologis dan perilaku yang menentukan ketagihan tembakau sama dengan proses yang menimbulkan ketagihan pada obat, seperti heroin dan kokain. Berdasarkan data epidemiologi diketahui kurang lebih 20% dari perokok memiliki risiko delapan kali menjadi penyalahguna NAPZA, dan berisiko sebelas kali untuk menjadi peminum berat dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Mencoba merokok secara signifikan membuka peluang penggunaan obat-obatan terlarang di masa yang akan datang.
Ada beberapa tahapan yang dialami seorang perokok hingga menjadi tahap ketergantungan. Tahap pertama adalah eksperimental atau coba-coba. Mereka mulai menghirup rokok untuk mencari ketenangan, energi lebih dan pelarian dari stress sehari-hari. Pada tahap ini seorang perokok merasa yakin masih dapat mengontrol kebiasaannya untuk merokok.

Pada tahap selanjutnya, yaitu penggunaan rutin, perokok mulai dikendalikan oleh efek dasyat nikotin. Pada tahap ini penyangkalan memainkan peranan penting. Perokok akan menyangkal bahwa ia tidak dapat mengendalikan lagi kebiasaannya merokok, menyangkal bahwa kebiasaannya itu dapat menimbulkan berbagai penyakit fatal. Sebenarnya ia mengetahui bahaya-bahaya merokok, tetapi kenikmatan semu tersebut telah terlanjur menutupi kecemasan dan akal sehatnya. Dengan penyangkalan ini, maka tidak heran kampanye anti-rokok yang mengusung berbagai bahaya merokok bagi kesehatan menjadi mentah.
Tahapan terakhir adalah ketergantungan, di mana rokok sudah menjadi sahabat setia perokok setiap waktu, dan tanpanya, perokok akan mengeluh berbagai macam kesengsaraan dari mulut pahit hingga demam. Dan selanjutnya, ia pun akan merokok lagi, bukan sekedar mencari kenikmatan seperti tahapan awal melainkan untuk menghindarkan diri dari kesakitan withdrawal.

Bahaya Rokok dan Narkoba
Merokok bukanlah sesuatu yang menguntungkan, karena didalam rokok lebih banyak zat yang tidak baik bagi tubuh, karena Dalam asap rokok terdapat 4000 zat kimia berbahaya untuk kesehatan, dua diantaranya adalah nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik (Asril Bahar, harian umum Republika, Selasa 26 Maret 2002 : 19). Racun dan karsinogen yang timbul akibat pembakaran tembakau dapat memicu terjadinya kanker. Pada awalnya rokok mengandung 8-20 mg nikotin dan setelah dibakar nikotin yang masuk ke dalam sirkulasi darah hanya 25%. Walau demikian jumlah kecil tersebut memiliki waktu hanya 15 detik untuk sampai ke otak manusia.
Nikotin diterima oleh reseptor asetilkolin-nikotinik yang kemudian terbagi ke jalur imbalan dan jalur adrenergik. Pada jalur imbalan, perokok akan merasa nikmat, memacu sistem dopaminergik. Hasilnya perokok akan merasa lebih tenang, daya pikir serasa lebih cemerlang, dan mampu menekan rasa lapar. Sementara di jalur adrenergik, zat ini akan mengaktifkan sistem adrenergik pada bagian otak lokus seruleus yang mengeluarkan sorotin. Meningkatnya sorotin menimbulkan rangsangan rasa senang sekaligus keinginan mencari rokok lagi. (Agnes Tineke, Kompas Minggu 5 Mei 2002 : 22). Hal inilah yang menyebabkan perokok sangat sulit meninggalkan rokok, karena sudah ketergantungan pada nikotin. Efek dari rokok/tembakau memberi stomulasi depresi ringan, gangguan daya tangkap, alam perasaan, alam pikiran, tingkah laku dan fungsi psikomotor. Jika dibandingkan zat-zat adiktif lainnya rokok sangatlah rendah pengaruhnya, maka ketergantungan pada rokok tidak begitu dianggap gawat.

Tips Cara Berhenti Merokok Yang Efektif
1.       Bulatkan Tekat Atau Niat Untuk Berhenti Merokok (Motivasi)
Tips yang pertama ini adalah tips yang harus anda punya, jika tidak, suatu hari anda akan kembali lagi menghisap rokok. Dalam pembulatan niat ini anda tekatkan untuk membuat hidup anda lebih sehat menghindarkan keluarga dari bahaya merokok, jika anda hanya berhenti merokok karena alasan “merokok itu tidak diperolehkan oleh kesehatan” Maka alasan tersebut belum cukup. Jadi bulat kan tekat untuk anda bisa hidup sehat dan menjauhkan keluarga anda dari bahaya merokok.
2.      Tinggalkan Rokok Secara Bertahap
Memang susah bagi pecandu rokok untuk menghindarkan diri dari merokok, tetapi jika niat dan tekat sudah dibulatkan, maka cara ini cukup efektif, lakukan tidak merokok secara bertahap, contoh: jika anda sehari menghabiskan 12 batang rokok, maka anda bisa mencoba menguranginya dengan 10 batang perhari dan lakukan pengurangan secara bertahap seterusnya hingga berhenti merokok.
3.      Anda Harus Bisa Mengenali Waktu Serta Situasi Untuk Merokok
Jika anda  sudah tau waktu kapan anda merokok usahakan pada waktu itu anda alihkan untuk aktifitas saja, contohnya anda bisa mengunyah permen karet untuk media penggantinya.
4.      Jika Anda Sudah Merasakan Ingin Merokok Tahan Keinginan Tersebut
Menahan diri sejenak untuk menunda merokok merupakan salah satu kunci awal keberhasilan anda karena secara otomatis anda bisa mengendalikan diri anda sendiri. Contoh cara menunda: setia kali anda sudah merasakan ingin merokok, maka anda harus menunda sekitar 5- 10 menit, jika cara in berhasil lakukan penundaan dengan waktu yang lebih lama.
5.      Usahakan Anda Bisa Olahraga Secara Rutin
Dengan berolahraga maka bisa membantu kita untuk mendapatkan tubuh yang fresh, segar dan mood yang baik, sehingga dapat menghindarkan anda dari stress dan merokok tentunya: contoh olahraga: seperti jalan kaki serta jogging.
6.      Usahakan Minta Dukungan dari Pacar serta Keluarga
Cara yang satu ini bisa meningkatkan rasa tekat anda untuk berhenti merokok jika keluarga dan pacar anda memberikan dukungan. Sebenarnya menurut penelitian cewek lebih suka cowok bebas asap rokok, hal ini dikarenakan cowok yang tidak merokok lebih  sehat ketimbang pecandu rokok.
7.      Langkah Terakhir Usahakam Konsultasi Dengan Ahli Terapi dan Dokter
Tips Cara meninggalkan rokok yang terakhir ini patut untuk anda coba, kata pepatah sebaiknya jika anda menginginkan segala sesuatu yang baik atau perubahan serahkan alternative pemecahanya pada ahlinya. Demikian juga dalam rangka ingin berhenti merokok, sebaiknya anda konsultasikan bagai mana cara yang terbaik ke pakar terapi dan dokter.


 KESIMPULAN

Dari uraian yang telah disampaikan, dapat ditarik kesimpulan bahwa merokok merupakan kegiatan bodoh yang dilakukan manusia hanya untuk mengorbankan uang, kesehatan, kehidupan sosial, pahala, persepsi positif dan sebagainya. Banyak dampak yang muncul akibat dari rokok dan kebiasaan merokok. Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan dari merokok, tetapi obat yang ada hanya untuk meringankan gejalanya saja. Oleh  arena itu, terdapat tips cara berhenti merokok motivasi untuk menghentikan kebiasaan merokok, dengan olahraga teratur dan menguyah permen bagi perokok yang susah mengentikan kebiasaan merokoknya.

SARAN

Kita telah mengetahui bagaimana dampak apabila seeorang itu merokok. Jika seseorang menawarkan rokok, maka tolak dengan baik. Merasa kasihanlah pada mereka yang merokok karena mereka hanya ingin menambah koleksi penyakit yang ada dalam tubuh. Jangan dengarkan mereka yang menganggap anda lebih rendah dari mereka jika tidak ikut – ikutan merokok, karena dalam hati dan pikiran mereka yang waras, mereka sebenarnya ingin berhenti merokok. Beruntunglah bagi orang yang belum merokok karena mereka termasuk orang yang smart dan sangat mencintai kesehatan.

Sumber :
http://trik-tips-sehat.blogspot.com/2013/04/Cara-Berhenti-Merokok.html

BAHASA INDONESIA 2
Nama : Yusri Sayyidatul Amanah
Npm : 27211694
Kelas : 3EB01



Tidak ada komentar:

Posting Komentar