1. Perdagangan
Antar Negara (Perdagangan Internasional)
Peranan perdagangan
luar negeri bagi pembangunan ekonomi Indonesia
- Memperoleh barang dan jasa yang tidak dapat dihasilkan di dalam negeri
- Persaingan mendorong terciptanya kemajuan tekhnologi
- Dapat memperluas pasar
- Meningkatkan penerimaan Negara melalui bea masuk maupun bea keluar
- Mempererat hubungan dengan Negara lain
Kebijaksanaan
perdagangan luar negeri
- Tarif, adalah kebijakan pengenaan bea masuk terhadap produk-produk yang masuk atau keluar dari wilayah
- Quota, adalah kebijakan yang mengizinkan pemasukan barang dalam jumlah tertentu dengan tariff yang diturunkan selama jangka waktu tertentu
- Larangan ekspor, adalah kebijakan yang diterapkan pemerintah untuk melarang ekspor produk tertentu seperti bahan baku rotan, kayu mentah, dan minyak sawit
- Subsidi, adalah kebijakan pemerintah untuk memberikan perlindungan atau bantuan berupa modal dan lain-lain
- Premi, adalah penambahan dana kepada produsen yang berhasil mencapai target
- Diskriminasi harga, adalah penetapan harga berbeda untuk pasar berbeda
2. Hambatan
Perdagangan Antar Negara
- Bea ekspor yang tinggi
- Prosedur ekspor yang rumit
- Tindakan proteksi yang dilakukan Negara lain
- Persaingan dari Negara lain
- Kelompok-kelompok ekonomi dari Negara importer, seperti Uni Eropa
3. Neraca
Pembayaran Luar Negeri Indonesia
Perkembangan Neraca Pembayaran
Neraca
pembayaran internasional adalah suatu ikhtisar yang menyusun
secara sistematis transaksi yang terjadi antar Negara dalam suatu periode
tertentu yang dinyatakan dengan uang. Komponen neraca pembayaran terdiri atas neraca perdagangan, jasa, modal, dan
moneter.
Perkembangan Neraca
pembayaran Indonesia :
Bank Indonesia (BI)
mencatat surplus neraca pembayaran sebesar US$ 11,856 miliar. Jumlah ini
menyusut 60,85% dibandingkan surplus neraca pembayaran tahun 2010 yang mencapai
US$ 30,285 miliar.
Surplus neraca pembayaran
mengempis lantaran surplus pada transaksi berjalan maupun transaksi modal dan
finansial juga berkurang. Ambil contoh, surplus transaksi berjalan, pada 2010
mencapai US$ 5,144 miliar, tapi tahun lalu hanya US$ 2,070 miliar.
Suplus pada transaksi
berjalan mengecil, salah satunya karena pertumbuhan impor yang cukup cepat pada
tahun lalu. Pada 2011, impor tercatat sebesar US$ 166,12 miliar, lebih besar
dari 2010 yang tercatat US$ 127,45 miliar.
Untungnya, pertumbuhan
ekspor kita juga tinggi, naik dari US$ 158,074 miliar pada 2010 menjadi US$
201,472 miliar pada tahun lalu. Surplus yang besar pada neraca perdagangan ini
cukup menolong posisi transaksi berjalan.
Tekanan neraca pembayaran
makin besar karena surplus transaksi modal dan finansial pada tahun lalu juga
anjlok drastis, dari US$ 26,620 miliar di 2010 menjadi US$ 14,018 miliar pada
2011.
Investasi langsung dan
portofolio yang menyusut menjadi biang keladinya. Pada 2010, investasi langsung
dan portofolio masing-masing tercatat sebesar US$ 11,106 miliar dan US$ 13,202
miliar. Sedangkan tahun lalu investasi langsung turun menjadi US$ 10,437 miliar
dan portofolio turun menjadi US$ 4,198 miliar.
4. Peran
Kurs Valuta Asing
Peranan kurs valuta asing bagi perekonomian Indonesia
Valuta
Asing adalah jenis-jenis mata uang asing yang digunakan dinegara lain.
Perbandingan nilai valuta asing satu Negara dengan Negara lain dikenal dengan
kurs, nilai tukar, atau exchange rate.
Kurs valuta asing sering diartikan
sebagai banyaknya nilai mata uang suatu negara (rupiah misalnya) yang harus
dikeluarkan atau dikorbankan untuk
mendapatkan satu unit nilai uang asing (dollar misalnya)
Pada dasarnya ada tiga
sistem atau cara untuk menentukan tinggi-rendahnya kurs atau nilai tukar valuta
asing:
- Kurs tetap, karena
dikaitkan dengan emas sebagai standard atau patokannya.
- Kurs bebas, yang
dibentuk oleh permintaan dan penawaran valuta asing di pasaran bebas,
lepas dari kaitan dengan emas. Dalam hal ini kurs bisa naik – turun dengan
bebas. Dewasa ini orang bicara tentang kurs mengambang (floating rates)
- Kurs dibuat stabil berdasarkan
perjanjian internasional yaitu ditetapkan oleh pemerintah/bank sentral
dalam perbandingan tertentu dengan dollar atau
emas sebagai patokan.
Akibat kurs yang tidak sesuai
Apabila mata uang suatu negara dinilai terlalu tinggi dibandingkan
dengan valuta lain (Kurs resmi lebih tinggi daripada perbandingan daya beli
yang sesungguhnya atau disebut over valued),
akibatnya ekspornya akan macet dan impornya didorong terlalu besar, sehingga
keseimbangan neraca pembayaran terancam.
Hal yang sebaliknya terjadi apabila mata uang dinilai
terlalu rendah atau under valued: apabila kurs resmi terlalu rendah
dibandingkan dengan daya belinya yang sesungguhnya, maka ekspor akan bertambah
besar, tetapi impor akan macet.
Dari pembahasan di atas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa peran valuta asing terhadap
perekonomian di indonesia adalah
sangat penting. Karena valuta asing merupakan alat pembayaran antar negara.
Barang dan jasa yang diimpor itu harus dibayar. Untuk pembayaran itu diperlukan
valuta asing atau devisa (Foreign exchange), yaitu valuta (mata uang) yang mau
diterima oleh dunia internasional. Devisa itu kita peroleh dari hasil ekspor
(devisa umum) atau kredit bank luar negeri (devisa kredit).
Referensi :
Raharjo,
puji. 2010. Sukses ujian ekonomi.
Jakarta: Yudhistira
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus